Empat Poin Penting Pengaturan UMKM dalam RUU Cipta Kerja

Ciptakerja.com – Setidaknya ada empat poin penting dari pengaturan UMKM yang terdapat dalam RUU Cipta Kerja. Di antaranya, pertama, penyederhanaan perizinan.

Sebagaimana diketahui, basis data tunggal yang dipakai menggunakan sistem One Single Submission (OSS). Ada kemudahan bagi UMKM untuk pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang merupakan perizinan tunggal. Dan ini berlaku bagi semua kegiatan usaha, seperti perizinan usaha, SNI, sertifikasi jaminan produk halal, dan lain sebagainya.

Kedua, kemudahan akses pembiayaan. Kegiatan UMKM dapat dijadikan jaminan kredit. Lembaga pembiayaannya berorientasi pada kelayakan usaha dan tidak lagi pada jaminan (collateral).

Selain itu, RUU ini juga mengatur insentif atau ketersediaan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mendanai kegiatan pemberdayaan dan pengembangan UMKM.

Ketiga, membangun kemitraan. RUU ini mengatur kemitraan antara usaha menengah/besar dengan usaha mikro/kecil dalam melakukan bisnis besar melalui pembinaan dan pendampingan. Adanya pengecualian upah minimum bagi UMKM, diharapkan akan mendorong kemitraan dan menjadikan UMKM lebih kompetitif.

Keempat, perluasan akses pasar. RUU ini akan memberikan perluasan dan kepastian bagi pemasaran produk dan jasa UMKM. Antara lain dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, baik di kementerian atau lembaga, BUMN maupun BUMD.

Dari semua poin penting di atas, tak salah jika RUU Cipta Kerja sangat diharapkan akan memberikan kemudahan dan perlindungan terhadap kepentingan dunia usaha, khususnya pelaku UMKM. Keadilan dijamin dan dipastikan tidak ada kebijakan yang akan menyulitkan mereka lagi dalam melakukan kegiatan ataupun meningkatkan usahanya ke depan.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *