Hanya RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang Bisa Selesaikan Masalah Pengangguran

Ciptakerja.com – RUU Omnibus Law Cipta Kerja sering disalahpahami. Banyak hoax dan informasi keliru beredar di tengah masyarakat dan banyak yang percaya begitu saja. Hal itu akibat minimnya pemahaman mereka terhadap keseluruhan dari RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Padahal, menurut Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan A. Djalil, RUU Omnibus Law Cipta Kerja merupakan respon pemerintah terhadap kondisi yang sedang dihadapi oleh Indonesia terutama terbatasnya lapangan kerja. Itu ia sampaikan dalam diskusi online yang diselenggarakan Kementerian ATR/ BPN bekerja sama dengan program studi Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) bertemakan “Kebijakan Agraria dan Tata Ruang dalam RUU Cipta Kerja” pada Kamis (30/4).

 “Rancangan ini dibuat oleh pemerintah guna menganalisa hal tersebut. Kemudian pertumbuhan ekonomi kita juga tidak setinggi yang seharusnya. Akibat pertumbuhan ekonomi yang rendah tersebut maka kesempatan kerja yang tercipta juga terbatas,” jelasnya seperti dikutip dari web resmi Unas.

Baca juga tentang : Milenial dan Pekerja Paruh Waktu Rentan Hilang Pekerjaan Selama Wabah, Kita Butuh Cipta Kerja

Jika RUU Omnibus Law Cipta Kerja tidak disahkan, menurut Sofyan, maka lapangan pekerjaan akan pindah ke negara lain yang lebih kompetitif. Penduduk yang tidak bekerja akan semakin tinggi, dan Indonesia terjebak dalam jebakan negara berpendidikan menengah,” ujarnya.

Pemerintah melalui RUU Omnibus Law Cipta Kerja ingin memutus rantai problem pengguran tersebut. Dengan RUU ini regulasi yang tumpang tindih sebelumnya akan disederhanakan agar lebih efisien. “Dengan hal ini maka orang-orang akan lebih mudah menciptakan rencana kerja. Anak-anak yang berpotensi menjadi entrepreneur bisa langsung membuka usahanya, maka disiapkanlah RUU Omnibus Law Cipta Kerja” tandas Kepala Badan Pertahanan Nasional itu.

Sofyan juga mengatakan, RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini menggunakan metode omnibus law untuk mengganti atau mencabut ketentuan dan memperbaiki UU menjadi satu UU. “Jika ombinus law ini berhasil dilewatkan Insya Allah akan sukses, maka investasi akan lebih mudah dan lapangan pekerjaan semakin banyak dan berkualitas,” katanya.

Apa yang diharapkan oleh Sofyan, juga menjadi harapan oleh masyarakat Indonesia. Apalagi, selain dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang luas, RUU Omnibus Law Cipta Kerja dalam klaster ketenagakerjaan akan lebih meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja tetap, pekerja kontrak dan pekerja outsourcing (alih daya).

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *