Meutya Hafid: Masyarakat Respon Positif Omnibus Law

Ciptakerja.com – Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid mengatakan hasil survei menunjukkan banyak masyarakat merespon bahwa Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law Cipta Kerja), yang saat ini sedang dibahas DPR, memiliki dampak positif.

Demikian disampaikan Meutya Hafid dalam menanggapi hasil survei lembaga Charta Politika terkait tren tiga bulan kondisi politik, ekonomi, dan hukum pada masa pandemi Covid-19 dan persetujuan terhadap Omnibus Law Cipta Kerja.

“Dari hasil survei Charta, 55,5 persen responden yang mengetahui dan paham akan Omnibus Law Cipta Kerja setuju agar disahkan. Dari angka tersebut, 60,5 persen diantaranya memiliki alasan bahwa Omnibus Law Cipta Kerja ini bisa menjadi stimulus ekonomi setelah pandemi ini. Artinya masyarakat mulai sadar bahwa Omnibus Law Cipta Kerja memiliki dampak yang positif,” kata Meutya Hafid, (22/7/2020).

Menurutnya politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini, hasil survei ini juga membuktikan bahwa masyarakat yang mengetahui dan memiliki pemahaman mengenai Omnibus Law Cipta Kerja ini maka akan memberikan respon positif dan memiliki kesadaran untuk setuju dan mendukung pengesahannya.

“Kondisi di mana terjadi penolakan terhadap Omnibus Law Cipta Kerja, sangat mungkin terjadi karena yang menolak ini justru belum tahu dan mengerti isi dari Omnibus Law ini. Buktinya, tingkat persetujuan jika Omnibus Law Cipta Kerja tersebut disahkan hari ini sudah mencapai angka 55,5 persen. Responden yang menilai Omnibus Law ini berdampak positif juga mencapai 55,5 persen dari yang tahu dan mengerti soal isu ini,” kata Meutya Hafid.

Sementara itu di waktu yang sama, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya dalam webinar peluncuran survei nasional lembaganya menjelaskan bahwa total responden dalam survei ini total responden sebanyak 2.000 orang.

Dari total responden tersebut, sebanyak 47,3 persen mengaku pernah mendengar berita mengenai Om‎nibus Law dan sebanyak 37,5 persen mengaku tidak pernah mendengarnya.

“Kalau ditanya, apabila Omnibus Law Cipta Kerja disahkan hari ini, apa Anda setuju? Ditanyakan pada yang menjawab mengetahui dan mengerti Omnibus Law Cipta Kerja, 55,5 persen menyatakan setuju,” ujarnya.

Menurut Yunarto, angka di atas tidak berbeda jauh dengan hasil survei yang dirilis salah satu lembaga survei sekitar 1 atau 2 pekan lalu.

“Angkanya berkisar di antara 50 persen, kalau saya tidak salah,” ucapnya.

Sementara itu, alasan utama responden yang mengetahui dan mengerti Omnibus Law Cipta Kerja agar segera disahkan ‎yakni karena Omnibus Law ini menjadi stimulus bagi pemulihan ekonomi negara.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *