Pengusaha Nantikan Pengesahan Omnibus Law

Ciptakerja.com – Pengusaha masih menanti-nantikan pengesahan segera Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law Cipta Kerja. Regulasi sapu jagat yang tengah dibahas oleh pemerintah dan DPR itu dinilai akan memperbaiki iklim investasi dan membuka banyak lapangan kerja di Indonesia, khususnya pasca krisis akibat pandemi Covid-19 (virus corona).

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Shinta Kamdani mengatakan, seluruh poin yang dibahas dalam Omnibus Law Cipta Kerja tersebut sangat dibutuhkan di tanah air saat ini.

Dia menjelaskan, pengusaha sangat menantikan pengasahan Omnibus Law Cipta Kerja, karena aturan tersebut dibuat untuk memperbaiki ekosistem investasi nasional termasuk regulasi yang terlalu banyak dan tumpang tindih, aspek ketenagakerjaan, kemudahan berbisnis untuk UMKM sehingga investasi dapat meningkat dan memperbesar terbukanya kembali lapangan kerja di Indonesia.

“Jadi semua poin dalam RUU Cipta Kerja (Omnibus Law Cipta Kerja) kami butuhkan untuk disahkan secepatnya, tidak bisa satu-satu atau pilih-pilih,” ujar Shinta kepada pers, Senin (20/07/2020).

Menurut Shinta, bila hanya beberapa poin yang disahkan dalam Undang-Undang tersebut, maka perubahan investasi nasional tidak akan bisa dilakukan secara menyeluruh, bahkan investasi juga tidak bisa segera masuk atau sulit direalisasikan.

“Dengan demikian, trickle down economic effect yang terjadi pasca RUU Cipta Kerja (Omnibus Law Cipta Kerja) yang disahkan sebagian tidak akan signifikan efeknya terhadap ekonomi nasional,” jelas Shinta.

Shinta menambahkan, bila hanya beberapa poin dalam Omnibus Law Cipta Kerja yang disahkan, maka nantinya aliran dana investasi yang masuk ke sektor riil tidak akan masuk dengan lancar karena tidak adanya kepastian berusaha. Padahal, menurutnya sektor riil ini merupakan sektor yang sangat membutuhkan modal.

Tak hanya itu, mengingat masih banyak regulasi dan saling tumpang tindih maka investasi akan terhambat untuk terealisasi dan berdampak pula pada lapangan kerja yang tercipta tak sesuai kebutuhan.

Di lain kesempatan, Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Mardani H Maming juga mengatakan, pengusaha sangat menantikan pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja.

Ia menjelaskan bila pihaknya menyambut baik pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja oleh pemerintah dan DPR. Dia menilai Omnibus Law ini akan mempermudah dunia usaha dan investasi serta membuka lapangan kerja bagi generasi muda.

Maming mengatakan, draf Omnibus Law Cipta Kerja memiliki semangat menghilangkan tumpang tindih regulasi yang selama ini menjadi penghambat investasi. Ia pun meminta semua pihak mendukung agar pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja segera dilakukan demi mendatangkan investasi dan membuka lapangan kerja baru.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *