RUU Cipta Kerja Genjot Investasi dan Pangkas Tumpang Tindih Regulasi

Ciptakerja.com –  Manfaat RUU Cipta Kerja khususnya bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pengusaha akan terasa di masa yang akan datang.  Implementasi Rancangan Undang-undang Cipta Kerja (RUU Cipta Kerja) yang memberikan jaminan kemudahan kepada investor, memangkas regulasi dan perizinan usaha, serta menjadi payung hukum merupakan insentif yang akan membantu para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya. 

RUU Cipta Kerja ini diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah lama hadir di Indonesia yakni keruwetan regulasi dan investasi. Kalau ini bisa diselesaikan saat ini, yang akan menikmati hasil dari kebijakan ini adalah masyarakat di masa yang akan datang. Rezim-rezim selanjutnya akan mendapatkan buah dari investasi saat ini,” kata ekonom dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Lukman Hakim, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis, (2/7/2020).

Menurut Lukman, RUU Cipta Kerja yang difokuskan untuk memangkas keruwetan regulasi untuk berinvestasi, diharapkan bisa meningkatkan kembali gairah investasi di Indonesia. Masuknya investasi saat ini, bisa memfasilitasi terbukanya lebih banyak lapangan kerja yang akan dinikmati oleh generasi di masa mendatang.

“Tumpang tindih regulasi terutama di bidang investasi ekonomi memang sudah jadi permasalahan akut di Indonesia sejak masa reformasi. Upaya menyelesaikan permasalahan ini juga tidak bisa dicapai dengan cara yang mudah,” tegasnya.

Pengajar di Fakultas Ekonomi Bisnis UNS ini menambahkan, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang selalu mencari hal baru yang pada masa pemerintahan sebelumnya sangat sulit dilakukan.

“Pada periode pertama, infrastruktur jadi fokus Jokowi padahal masalah ini nyaris tidak pernah diselesaikan di masa sebelumnya. Pada periode kedua, masalah regulasi dan investasi coba diselesaikan melalui RUU Cipta Kerja. Sama seperti infrastruktur, manfaatnya mungkin baru terasa di masa mendatang,” tandas Lukman Hakim.

Hal senada juga diungkapkan ekonom dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Dr Anton Setyawan. Menurutnya, RUU Cipta Kerja memang mencoba untuk memfasilitasi pergeseran di bidang investasi dan ketenagakerjaan di masa yang akan datang.

“Saya cukup yakin RUU Cipta Kerja ini dibangun dengan semangat melindungi pekerja di berbagai sektor, perlu diakui bahwa ke depan memang ada pergeseran industri dan ini coba diakomodasi oleh RUU Cipta Kerja. Investasi yang sifatnya padat karya, lambat laun akan berkurang dan diganti dengan investasi padat modal,” kata Anton.

Menurut Anton, hal ini membuat regulasi dari pemerintah juga harus menyesuaikan perkembangan karakteristik ekonomi dan pasar. Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dan jenis pekerjaan lambat laun akan bergeser ke bidang yang lebih bervariasi.

“Bidang jasa ini kan biasanya pekerjanya lebih fleksibel. Pergeseran jenis industri ini yang coba difasilitasi pemerintah melalui regulasi yang lebih relevan seperti RUU Cipta Kerja,” tutup Anton.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *