RUU Ciptaker Bisa Bangkitkan UMKM Pasca Pandemi

Ciptakerja.com –  Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah sektor paling terdampak krisis akibat pandemi covid-19 (virus corona). Banyak pihak berharap, pembahasan Rancangan Undang Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) di DPR RI bisa menjadi angin segar untuk bangkitkan UMKM pasca pandemi.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, UMKM saat ini butuh dukungan dan kemudahan untuk berusaha. Karenanya, infrastruktur yang mendukung UMKM mulai dari perizinan hingga sertifikasi harus lebih sederhana sebagaimana diatur dalam RUU Ciptaker.

“Ini perlu dilakukan agar UMKM kita kembali bergeliat. Perizinan dan sertifikasi harus dipermudah melalui RUU Cipta Kerja (RUU Ciptaker),” kata Shinta, di Jakarta (27/6/2020).

Sebagai payung dari pelaku usaha di Indonesia, baik yang besar, kecil maupun menengah, Shinta mengatakan Kadin telah menerima banyak laporan terkait kondisi ekonomi yang memburuk sebagai dampak dari pandemi.

Padahal, sektor UMKM yang pada krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008 mampu menjadi penopang perekonomian nasional, lanjut Shinta, kini banyak yang terdampak dan butuh pertolongan dari pemerintah.

Menurutnya, pembahasan RUU Ciptaker dapat memberikan kepastian kepada UMKM terutama pasca pandemi. Apalagi, banyak perubahan yang terjadi akibat pandemi covid-19 sehingga menjadi tantangan bagi pelaku UMKM.

Shinta menilai kemunculan RUU Ciptaker yang memiliki semangat melindungi UMKM menemukan momentum yang tepat.

“Banyak perubahan yang terjadi akibat covid-19. UMKM harus bisa bertahan.  Mereka juga harus mengubah cara berbisnis dari marketing off line ke marketung online. Dan ini butuh dukungan dari pemerintah baik berupa regulasi dan stimulus keuangan,” katanya.

Sementara itu, dalam kesempatan lain, menurut Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, mengatakan RUU Ciptaker didesak untuk segera disahkan guna memberikan kemudahan kepada UMKM.

Menurutnya jika masa new normal pasca pandemi hendak dilihat sebagai jalan untuk bangkitkan ekonomi secara perlahan, maka perhatian terhadap masalah UMKM menjadi sangat penting.

Perhatian soal kemudahan perizinan, terutama harus didorong untuk membangkitkan sektor UMKM. Tentu, modal atau stimulus usaha juga harus dikuatkan.

‘’Kenapa UMKM, ya sederhana saja. Saat ini, sektor inilah yang sangat potensial menampung tenaga kerja paling besar. UMKM dan sektor informal termasuk yang merasakan pukulan keras pandemi COVID-19, tapi juga kemudian menjadi sandaran utama mayoritas warga,’’ tutur Abbas.

Selain itu, Abbas menilai UMKM bisa menjadi faktor penentu kebangkitan ekonomi Indonesia.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *